Search This Blog

Saturday, September 12, 2026

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-7 (Kita Bongkar Mesinya #2)

Kita lanjut ke part-7 untuk “melucuti” bagian-bagian mesin luarnya dari part-6 (link: https://9-engineering.blogspot.com/2026/06/project-bike-yamaha-jupiter-mx-2010.html)

Oh iya, reminder, bila di tahap ini mesin kalian masih ada oli mesin, sebaiknya di tap terlebih dahulu, karena di tahap ini kita akan melucuti komponen radiator-nya.

Buka tutup radiator di atas dan buka baut tap air radiator di silinder blok yang letaknya ada pada no. 1 pada gambar di atas. Penomoran baut saya ulang ke nomor 1 lagi ya guys agar lebih simple karena akan banyak banget nanti nomor bautnya hehehe.


Sunday, June 28, 2026

Project Bike: Yamaha Jupiter--MX 2010 Part-6 (Kita Bongkar Mesinya #1)

Yuk kita lanjut lagi untuk project bike; restomod Yamaha Jupiter-MX 2010 yang mana di artikel ini sudah memasuki part-6

Di part ini kita ke bagian mesin yang “inti” yang mana saya harus merestorasi ulang ruang pembakaran yang diharapkan performanya dapat kembali seperti semula. Sebagai catatan untuk performa awal di motor ini sebenarnya tidak terlalu buruk, tidak ada rembesan oli, tapi akselarasi masih terbilang lumayan, walaupun untuk mencapai 90km/h memang sudah payah. Karburator-nya pun rembes dan sepertinya silinder sudah “menggentong” karena oli cukup cepat habis, di tambah juga air radiator yang gampang habis juga dan ada bunyi berdengung di sekitaran pompa air radiator.


Sepertinya bagian ini akan sedikit panjang hehe, karena seperti yang beredar, motor ini dihindari oleh beberapa mekanik karena memang cukup kompleks untuk meng-akses “jeroanya” mulai dari melepas body sampai ke melucuti bagian lain untuk melepas silinder dan head-nya. Untuk kali ini saya akan mengganti sistem rantai camshaft dan tensioner-nya yang saya asumsikan sudah aus karena km nya sudah 65.000km lebih dan saya asumsikan perlakuan perawatan dari owner sebelumnya juga minim, ditambah sudah adanya bunyi semacam air gemericik saat gas ditutup.


Monday, June 1, 2026

Ganti Motor Starter Honda CBR 150R 2012 a la Rumahan

Jadi guys…. Sementara saya mengerjakan Yamaha Jupiter-MX, ada insiden lucu; mendadak, tiba-tiba hehe… CBR 150 saya mendadak tidak mau distarter, kelistrikan menyala semua tapi giliran distarter hanya “cetek-cetek” tidak ada tanda motor starter berputar dan kelistrikan lain menjadi gelap atau mati sementara.

Yang langsung terbersit di benak saya adalah; “ah ini aki-nya tidak ngangkat” mengingat terakhir ganti aki adalah di tahun 2021, dengan gejala yang sama, di samping juga aki (kering) ini umurnya lebih dari 2 tahun, yang mana biasanya aki kering itu umur primanya adalah 2 tahun untuk merk atau orisinal pabrikan, setelah itu aki kering memungkinkan mengalami penurunan performa. Langsung saya belikan aki yang baru tanpa babibu.


Hasilnya… LUPUT! Hahaha, motor masih tidak mau menyala dan gejala yang sama masih terjadi. Yah, tebak-tebakan yang pertama ternyata tidak berhasil, modal uang untuk aki pun amblas hahaha. Tapi tidak patah arang, karena kita akan melakukan tebak-tebakan yang ke-dua, jadi kenapa tebak-tebakan guys, ini memang karena saya akui, saya mungkin lumayan faham mengenai teori mekanik otomotif namun yaaa sedikit lemah untuk masalah body-body dan kelistrikan, di samping itu motor ini juga merupakan motor full CBU yang mana spare part nya lebih susah untuk didapatkan dari rata-rata motor lainya, plus keluaran tahun yang sedikit lama, jadi inilah, do or die, kita lakukan saja atau tidak sama sekali.


Saturday, April 4, 2026

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-5 (Ganti Kampas Kopling dan Upgrade ke Per BRT)

Tidak berhenti di part-4; https://9-engineering.blogspot.com/2026/01/project-bike-yamaha-jupiter-mx-2010.html, kita bergerak ke sektor mesin yaitu sektor kopling.

Kopling sebagai area control penerus tenaga dari mesin ke transmisi, di motor ini memang fungsinya masih bekerja cukup baik, namun karena motor ini saya dapatkan secara seken atau tangan kedua dan mengingat umurnya juga sudah cukup uzur, saya putuskan untuk melakukan restorasi di bagian ini agar setting-an dan performa kembali optimal dan ter-personifikasi sesuai yang saya mau.


Komponen yang disiapkan pertama adalah kampas kopling, saya menggunakan kampas kopling merk NPP satu set. Kenapa saya memilih merk ini karena selain harganya yang tentu saja lebih murah, namun kualitasnya ditengarai dapat menyamai kualitas part original dari pabrikan. Adapun per kopling juga saya ganti dengan per kopling racing dari BRT, ini bertujuan agar respon penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi menjadi lebih responsive dan juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi sedikit lebih irit karena kopling menjadi lebih menggigit.


Saturday, January 31, 2026

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-4 (Upgrade Suspensi Belakang)

Kita berlanjut ke part-4 untuk restomod Yamaha Jupiter-MX 2010, kita mulai merambah ke sektor suspensi belakang dan mesin. Yuk langsung kita sikat!

Motor yang sudah berumur 15 tahun ini saya rasa suspensi belakangnya mulai ambles dan terlalu empuk, entah karena memang umur pemakaian ataupun yaaa…. Memang rata-rata suspensi belakang bawaan pabrik menurut saya settingnya kurang terasa personal.


Handling roda belakang jadi sering mengayun bila dipakai dalam kecepatan tinggi dan dipakai untuk menikung. Dipakai untuk berboncenganpun lebih parah ayunanya dan ambles guys! Bahkan dipakai untuk melibas polisi tidurpun mentok. Jadi yah… daripada saya mengganti dengan part standarnya yang bisa jadi nanti berujung hal yang sama, Saya putuskan untuk upgrade sekalian komponen suspensi belakang ini.


Monday, December 15, 2025

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-3 (Restorasi Suspensi Depan)

Hello guys, gimana kabar kalian? Semoga semuanya sehat ya, di penghujung tahun 2025 ini cuaca mulai kembali ekstrim; di siang hari bisa panas menyengat tiba-tiba dalam kurun waktu kurang dari satu jam bisa berubah drastis ke hujan maupun angin. Tetap jaga kesehatan guys, jaga pola istirahat, makan yang sehat, olahraga rutin dan mengelola stress, agar nanti kita liburan Natal dan Tahun Baru bisa berkumpul dan refreshing bersama dengan keluarga sekalian.

Di part-3 ini kita melanjutkan membuka shock depan karena bocor, yah lagi-lagi karena motor tua dan second jadi terkadang kita tidak tahu semua detail “penyakit” bawaan motor dari tangan sebelumnya, tapi bukan masalah besar ini masih bisa diatasi bahkan dari rumah, yuk kita lanjut!


Kita persiapkan terlebih dahulu untuk spare part nya sebelum melepas total shock depan. Untuk part shock saya memakai part original dari Yamaha Genuine Part.


Saturday, November 8, 2025

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-2 (Upgrade Selang Rem + Mulai Buka Shock Depan)

Hello guys, lanjut dari part-1 (link: https://9-engineering.blogspot.com/2025/10/project-bike-yamaha-jupiter-mx-2010.html), kita akan lanjut ke part-2 yang masih membahas sektor kaki-kaki dan sistem pengereman depan.

Kampas rem, cakram sudah kembali “diremajakan” namun ada masalah lain yang timbul; shock depan sudah rembes guys dan kiri-kanan.


Namun sebelum itu, sekalian body motor sedang terlepas, kita mending ganti selang ke tipe braided dari TDR terlebih dahulu untuk feel pengereman yang lebih presisi.

Friday, October 17, 2025

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-1 (Reset Sektor Rem Depan)

Merawat motor itu adalah sebuah privilege… taste...

Privilege tentu karena tidak semua orang mempunyai kesempatan dan kemampuan ini, bahkan di kalangan teknisi otomotif sekalipun. Taste karena juga tidak semua orang mampu mem-personalize “rasa” yang diinginkan secara konsisten ke motor yang dituju. Hasil yang didapat juga relatif, namun satu yang hampir pasti adalah; kepuasan batin. Dengan segala cerita di setiap motornya, kami senantiasa membagikan rasa tersebut kepada teman-teman pembaca sekalian yang saya yakin juga memiliki kecintaan yang sama terhadap sepeda motor.

Nah, sudah lama tidak ada rubrik “Project Bike”, sekalian saya mau memperkenalkan “Anggota Keluarga” baru kami yaitu Yamaha Jupiter-MX keluaran 2010 yang tipe kopling manual. Motor ini saya dapat setahun yang lalu dengan tujuan menggantikan Jupiter-Z saya yang mulai terkendala untuk pengadaan spare part (yah itulah problem utama bila motor yang dirawat tahunya cukup tua haha). Motor ini saya gunakan sehari-hari tapi tentu saja dengan serangkaian pengecekan dan beberapa RestoMod awal agar pas dengan selera berkendara saya pribadi.

Cukup beruntung saya mendapatkan unit dengan kondisi yang baik dan standar. Sedikit review untuk spesifikasi dari motor ini; menggunakan mesin 4-tak 1 silinder bore x stroke 54 x 58.7mm dengan volume 134.4cc, 4 katup SOHC berpendingin cairan. Mesin ini saya rasa cocok untuk kebutuhan harian; tenaga yang cukup besar dipakai untuk harian dan touring tapi konsumsi bensin masih cukup reasonable, pendingin air juga menjadikan kita tenang ketika harus berpanas-panasan atau terjebak kemacetan, ini didukung dengan transmisi manual 4 percepatan serta kopling manual, yang memungkinkan pengendara mempunyai kendali penuh terhadap karakter berkendara. Oh iya, kompresi motor ini di 10.9:1, angka ini cukup ideal untuk kondisi ketersediaan dan kualitas bahan bakar yang ada di Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa tahun ini produsen bahan bakar negara mengalami beberapa kasus diantaranya adalah indikasi pengoplosan untuk bahan bakar Ron 92 atau Pertamax yang tidak semestinya yang memungkinkan untuk mengakibatkan kerusakan pada mesin, tanki bahan bakar ataupun sistem bahan bakar. Di tambah dengan negara sedang mempersulit bisnis penyedia bensin dari perusahaan swasta, maka ini menambah sentiment di sektor bahan bakar apakah produk-produk dari perusahaan negara memiliki spesifikasi yang cukup bagus dan valid untuk konsumsi mesin kita, jadi ya, saya pikir kompresi di angka tersebut terbilang aman untuk “menenggak” produk-produk dari perusahaan negara tersebut.


Friday, September 5, 2025

Ganti Komstir Honda Beat Fi ESP 2017 a la Rumahan (Part-2)

Halo semuanya, semoga semua dalam kabar yang baik ya. Saat artikel ini dibuat di bulan Juli 2025, kita sedang mengalami yang namanya Aphelion atau posisi di mana Bumi pada jarak terjauh di orbit mengitari matahari, inilah kenapa musim kemarau kali ini masih diwarnai dengan hujan. Keep safety dalam berkendara guys dan tetap sedia jas hujan selalu ya.

Nah dari part-1 (https://9-engineering.blogspot.com/2025/09/ganti-komstir-honda-beat-fi-esp-2017-la.html) kita akan melanjutkan untuk membuka komstirnya, yuk langsung kita sikat!


Kita lepas setang untuk memudahkan pembongkaran dengan cara melepas baut pada no. 12 di gambar di atas.


Ganti Komstir Honda Beat Fi ESP 2017 a la Rumahan (Part-1)

Ngomongin soal riding, taste satu orang dengan yang lain tentu tidak bisa disamakan persis, asal tidak merugikan orang lain dan mengganggu keselamatan berkendara, saya pikir sah-sah saja. Ada yang senang touring ada yang lebih cocok sunmori atau mungkin enak di bawa trabasan, tapi buat saya yang terpenting adalah keandalan, baik itu digunakan untuk jarak tempuh dekat ataupun harian maupun touring.

Berlanjut dari penggantian kampas rem depan kemarin (link: https://9-engineering.blogspot.com/2025/06/ganti-kampas-rem-depan-honda-beat-fi.html) sayapun memakai motor ini untuk touring dari Bekasi ke Sukabumi, alhasil masih ada dua problem walaupun bersifat minor namun sepertinya menjadi list antrian untuk saya kerjakan berikutnya, yaitu ganti komstir dan ganti piston set master rem depan. Untuk piston rem, ini akan kita bahas di kesempatan selanjutnya karena memang belum terlalu kerasa feel “bagel”-nya. Untuk komstir sendiri setang terasa berat dan mengayun, namun saat melakukan “hard braking” terasa kendor dan bunyi “cekluk”, ini artinya memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi.


Yuk kita langsung gas dengan melepas plat nomor terlebih dahulu yang bautnya ditunjukkan pada no.1 dan 2 pada gambar di atas.


Saturday, June 14, 2025

Ganti Kampas Rem Depan Honda Beat Fi ESP 2017 a la Rumahan

Konsistensi… kata yang saya renungi dan mungkin beberapa orang di luar sana juga melakukan perenungan. Mudah diucapkan tapi banyak makna di dalamnya, kata orang bijak; “tanpa komitmen kita tidak akan mulai, tanpa konsistensi kita tidak akan selesai”. Bila ditilik kembali kenapa saya konsisten di bidang ini dan menulis, karena salah satu tujuan dasar saya adalah membuat semacam “pembukuan” dari pengalaman saya di bidang otomotif ini. mungkin masih jauh dari kesan sempurna namun pernah suatu waktu pengetahuan yang menurut saya belum sempurna ini mendatangkan senyum bahagia dari seseorang yang saya pernah tolong di jalan, sederhana; hanya membuat motor tua seorang bapak petani (Honda Astrea Prima) menyala kembali dan cukup untuk mengantarkanya pulang bertemu dengan keluarga di sore hari selepas bekerja di lading. Hal kecil ini dapat membuat saya dan orang lain bahagia, apalagi bila terus diasah dan dilakukan secara konsisten.

Seperti halnya ganti kampas rem depan, hal sepele yang efeknya cukup krusial dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara kita, salah-salah ataupun abai bisa-bisa nyawa taruhanya.


Apalagi motor ini nih; Honda Beat Fi 2017, ini motor cukup pasaran dipakai oleh masyarakat, dari sekedar keperluan ke pasar, sebagai commuter ke kantor, untuk motor dagang atau bahkan untuk touring dan balap. Saya memang pernah membahas cara mengganti kampas rem depan di generasi sebelumnya keluaran tahun 2013 (link ke artikel; https://9-engineering.blogspot.com/2021/11/ganti-kampas-rem-depan-honda-beat-fi.html) di 2021 silam, namun tidak ada salahnya kita bahas juga untuk motor Honda Beat 2017 ini.


Monday, May 12, 2025

Bike Catalogue: Vespa Mickey Mouse 2023

Sebelumnya kami mengucapkan hari raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Saat artikel ini dibuat di awal April 2025, di tengah-tengah arus balik ke arah Jakarta, memang banyak yang memberitakan arus mudik dan arus balik di Lebaran 2025 ini tidak seramai tahun sebelumnya, namun begitu pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi masih tinggi.

Masih bekerja sama dengan dealer motor premium dan secondhand premium; BikeBoss.86, kami kembali menghadirkan rubrik “Bike Catalogue” yang mana motor ini tidak hanya premium dan limited edition namun juga ditengarai nyaman dipakai untuk berkendara jarak jauh dan cukup “handy” untuk melibas kepadatan lalu lintas seperti saat mudik.


Thursday, March 27, 2025

Bike Catalogue: Aprilia Tuono 660 2023

Jadi memang semuanya bermula ketika saya duduk di bangku SMP; seorang bocah kurus kering yang memiliki ketertarikan di bidang otomotif karena ter-influence dari bacaan manga “Initial D” yang menceritakan bagaimana remaja polos anak tukang tahu yang tanpa disadari memiliki skill mengemudi tingkat “dewa” yang mampu mengalahkan orang-orang yang lebih cool dan lebih “anak mobil” dilingkunganya. Sosok ini menjadi titik awal saya mencintai otomotif tanpa harus terlihat sok keren dan gaul.

Waktu terus berlalu, beranjak remaja di kala mengenyam pendidikan STM jurusan mekanik otomotif, kecintaan saya semakin menjadi dan menjurus ke dunia sepeda motor, ya lebih karena sepertinya dengan kondisi finansial kala itu mungkin yang terjangkau adalah sepeda motor hahaha. Ngoprek motor, adu kecepatan dan memacu kendaraan di jalanan menjadi santapan hampir tiap hari kala itu, namun makin ke sini saya melihat sepeda motor lebih dari sekedar performa namun juga sebuah karya seni yang satu dengan yang lain memiliki karakter dan filosofi yang lebih personal bagi siapa yang menikmatinya.



Saturday, February 15, 2025

Bike Catalogue: Honda Scoopy 2020

Selamat Tahun Baru 2025 Guys! Semoga di tahun ini kalian semuanya selalu dilimpahkan berkah dan rejeki. Beberapa waktu lalu saya sempat posting rubric baru yaitu “Bike Catalogue” di Instagram yang mana saya akan mengulas motor-motor yang ada di sekitar terlepas dari tahun pembuatanya, sedikit berbeda dengan rubric review atau first impression motor model baru yang mana laporan atau artikelnya akan saya buat secepat mungkin setelah melakukan review. Rubrik ini akan berjalan lebih santai namun tetap akan mendalam semaksimal mungkin yang juga bertujuan seperti mesin waktu sebagai pengetahuan tentang motor dan barangkali dapat meng-call out beberapa kenangan dari teman-teman sekalian. Without a further a do, let’s check it out!

Pertama kita mulai dari yang ringan-ringan dulu, salah satu motor idola untuk berbagai kebutuhan; daily commuting, mungkin antar jemput, bahkan sampai touring dan motor nongkrong.

Honda Scoopy 2020, merupakan generasi ke-empat yang diproduksi oleh AHM di tahun 2017 ~ 2020, motor ini juga punya julukan generasi terakhir dari Honda Scoopy yang “bener” ya…. Seperti yang kita tahu, di generasi setelahnya yang sudah memakai rangka “eSAF” ada beberapa kontroversi yang terjadi seperti rangka karatan atau keropos dan yang paling baru adalah area tutup tangki yang berkarat padahal pemakaianya baru 3 bulan. Di Indonesia, motor ini berhadapan langsung dengan Yamaha Fino dengan desain yang sama-sama menggunakan tema klasik. Walaupun desainya sedikit special tidak sedikit pula yang menggunakan motor ini tidak hanya untuk nongkrong tapi juga sebagai kendaraan harian yang multifungsi.


Tuesday, January 7, 2025

Project Bike; Yamaha Jupiter-Z 2004; Bore Up Spec 54mm Part-2

Ketika part-2 ini dibuat, Desember 2024, kita sudah memasuki musim hujan guys. Perubahan cuaca yang ekstrim di sebagian besar wilayah Indonesia, dari udara panas menyengat di siang hari maupun gerah di malam hari menjadi angina kencang dan hujan lebat di November dan Desember ini. Tambahkan kewaspadaan saat berkendara saat cuaca hujan, tambahkan item resiko seperti; jalan licin, pohon tumbang atau banjir dan genangan air yang dapat merusak mesin ataupun menutup gorong-gorong, lubang jalan hingga sungai.

Dan… yes… saya jatuh sakit hahaha, walau sekedar flu tapi kadang cukup mengganggu aktivitas kita sehari-hari ya kan? Untungnya project sudah selesai jadi saya hanya perlu melakukan “summary” pada artikel ini yang mana ini juga bisa menjadi “obat” buat saya, writing and automotive… dua hal yang menjadi pelepas stress saya.

Nah, seperti yang terakhir kita bahas terakhir di part-1; https://9-engineering.blogspot.com/2025/01/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004-bore.html


Setelah kita lepas pistonya, inilah penampakanya dibandingkan dengan piston yang baru. Kiri; merupakan tampilan piston yang lama, berukuran 52mm, dome standard dengan pemakaian 1 tahun atau sekitar 17.000 kilometer lebih, nah ini permukaan area bakarnya kotor dan berkerak karena berbagai hal; selain pemakaian dan karburator 24mm yang mana setting-an bensin menjadi lebih kaya, juga karena saya open filter atau tidak memasang filter, sehingga kotoran dari luar lebih mudah masuk ke ruang bakar, apalagi karburator sudah mengarah keluar ke samping guys hehe. Sebelah kanan adalah penampakan piston yang baru, berukuran 54mm, dome jenong dengan sedikit custom coakan klep sedikit diperdalam dan potong buntut piston agar tidak terkena kruk-as, jelas piston masih terlihat sangat bersih dikarenakan belum dipakai.


Project Bike; Yamaha Jupiter-Z 2004; Bore Up Spec 54mm Part-1

Terlepas dari berapa tahun berlalu, kita tentu masih ingat perasaan ketika memiliki motor pertama kita. Yep, Jupiter-Z inilah motor pertama saya, beberapa dari teman-teman mungkin sudah tahu kalau motor ini adalah motor yang menemani saya semenjak jaman sekolah dulu, yaaa… kira-kira sudah 19 tahun haha.

Untuk beberapa orang memelihara motor adalah suatu kepuasan tersendiri dan bagi beberapa juga merupakan tuntutan untuk bertahan hidup, sementara saya bisa dibilang kombinasi dari kedua-nya hahaha. Tapi di samping seberapa besar effort yang kita keluarkan untuk memelihara motor terkadang juga ada hasrat untuk melampiaskan ekspresi kita melalui aktivitas modifikasi atau upgrade komponen tertentu.

Nah, lanjut dari artikel sebelumnya; https://9-engineering.blogspot.com/2024/10/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004.html. Saya lanjut untuk kembali melakukan bore up pada Jupiter-Z ini demi meningkatkan performa dan kenyamanan ketika dipakai harian. Saya pilih piston dengan diameter 54mm karena dengan silinder standar, sisa “daging” tertipis bila dilakukan bubut-korter masih sekitar 1.2mm lebih per-sisinya. Ini saya rasa cukup aman dipakai harian dengan peningkatan kubikasi dari 110cc menjadi 123.6cc, lalu karakter mesin menjadi square karena langkah piston menjadi sama dengan diameternya yaitu 54mm. Piston yang saya pakai adalah merk FiM untuk Kawasaki Kaze, yah… dikarenakan untuk Jupiter-Z sedang habis di toko langganan saya maka saya ambil saja hehe. Tidak ada alasan khusus untuk memilih piston dengan brand dan spesifikasi ini, karena FiM sudah jamak digunakan baik pada penggunakan standard, bawaan pabrik, tuning ringan maupun full spec balap yang pastinya sudah teruji, oh, juga harganya yang terjangkau.

Saturday, October 19, 2024

Project Bike: Yamaha Jupiter-Z 2004, Upgrade Coil GC dan Busi Super Iridium BRT

Akhirnya kita kembali dengan project Yamaha Jupiter-Z guys!

Ah, in case saya belum pernah cerita, jadi sebenarnya ada sedikit insiden yang terjadi pada motor saya ini di tahun 2023, akhirnya setelah 5 tahun menggunakan setting-an bore up 130cc, mesin ngebul juga! Lalu saat saya kembalikan ke spec standard dengan menggunakan spare part standard pabrikan ke 110cc. setelah kira-kira setahun “berpetualang” dengan kubikasi standar, yang paling terasa adalah tarikan bawah brebet karena penggunaan karburator yang besar (PE 24) dan pilot jet ukuran 32 yang selisih 15 step dari standard Jupiter-Z yang hanya 17. Maka dari itu sepertinya saya perlu melakukan upgrade besar api pengapian yang memang dari awal melakukan tuning pun belum pernah saya sentuh-sentuh.

Tapi sebelumnya kita ganti steering damper dulu yah guys, karena seperti yang teman-teman ketahui, motor ini merupakan motor tua setangnya sudah goyang-goyang karena karet steering damper-nya sudah getas. Pertama-tama kita buka dulu “batok setang”-nya, caranya dapat dilihat di artikel Project Bike; Yamaha Jupiter-Z 2004 Upgrade Master dan Selang Rem Depan (Part-1) (link: https://9-engineering.blogspot.com/2022/11/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004.html)


Sunday, September 8, 2024

Event Report: GIIAS 2024 Part-2

Okay! It’s good to be back! Nah semoga teman-teman sekalian keaadaanya sehat dan lancar semua sekeluarga ya, yuk let’s go kita lanjut

Link Part-1; https://9-engineering.blogspot.com/2024/09/event-report-giias-2024-part-1.html


Saturday, September 7, 2024

Event Report: GIIAS 2024 Part-1

GIIAS merupakan event otomotif terbesar di Indonesia yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunya. Menjadi ajang “bergengsi” bagi produsen otomotif khususnya mobil untuk unjuk pamer produk-produk terbaru dan unggulan untuk pasar dalam negeri. Dan tentu saja saya tak pernah bosan untuk menghadiri event ini. Seperti biasa, apa saja yang berkesan di GIIAS 2024 ini? let’s check it out!

Yep, walau diwarnai drama kecil; kamera lama saya yang sudah mengabdi selama 16 tahun akhirnya error juga haha, tidak menyurutkan saya untuk memberikan sajian terbaik bagi teman-teman sekalian. Di tahun ini saya rasa exhibitor semakin banyak, sampai-sampai dibuatkan area khusus untuk part dan motor di luar venue dengan didirikan tenda semi permanen oleh panitia. Ini menjadi arah positif indicator ekonomi sektor otomotif tahun ini; walau ekonomi nasional dan global dalam kondisi kurang stabil namun antusiasme otomotif dalam negeri terus mengalami peningkatan.

Karena cukup banyaknya mobil yang akan saya bahas di artikel ini maka saya akan bagi menjadi dua bagian yah, let’s check it out!

Langsung disambut oleh si ganteng Isuzu D-Max varian single cabin 4x4 yang sepertinya sudah dimodifikasi oleh pabrikan Isuzu dengan tema industrial tambang yang makin terasa setelah melihat stiker di kiri dan kanan body-nya. Varian ini menggunakan lampu depan halogen dengan modifikasi bull bar dan dilengkapi dengan fog lamp tambahan secara external, pastinya tidak perlu takut lagi jalan gelap yah hehe. Roll bar di bak belakang dengan rotator kuning dan velg kaleng dibalut dengan ban mud terrain memperkental aura kendaraan off-road industrial. Mobil ini dibekali dengan mesin 2.5liter turbo diesel commonrail dengan claim output tenaga dari Isuzu 136PS pada 3.400rpm dan torsi 32,6kg.m pada 1.800 ~ 2.800rpm.