Jadi
guys…. Sementara saya mengerjakan Yamaha Jupiter-MX, ada insiden lucu;
mendadak, tiba-tiba hehe… CBR 150 saya mendadak tidak mau distarter,
kelistrikan menyala semua tapi giliran distarter hanya “cetek-cetek” tidak ada
tanda motor starter berputar dan kelistrikan lain menjadi gelap atau mati
sementara.
Yang
langsung terbersit di benak saya adalah; “ah ini aki-nya tidak ngangkat”
mengingat terakhir ganti aki adalah di tahun 2021, dengan gejala yang sama, di
samping juga aki (kering) ini umurnya lebih dari 2 tahun, yang mana biasanya
aki kering itu umur primanya adalah 2 tahun untuk merk atau orisinal pabrikan,
setelah itu aki kering memungkinkan mengalami penurunan performa. Langsung saya
belikan aki yang baru tanpa babibu.

Hasilnya…
LUPUT! Hahaha, motor masih tidak mau
menyala dan gejala yang sama masih terjadi. Yah, tebak-tebakan yang pertama
ternyata tidak berhasil, modal uang untuk aki pun amblas hahaha. Tapi tidak
patah arang, karena kita akan melakukan tebak-tebakan yang ke-dua, jadi kenapa
tebak-tebakan guys, ini memang karena saya akui, saya mungkin lumayan faham
mengenai teori mekanik otomotif namun yaaa sedikit lemah untuk masalah body-body dan kelistrikan, di samping
itu motor ini juga merupakan motor full CBU yang mana spare part nya lebih susah untuk didapatkan dari rata-rata motor
lainya, plus keluaran tahun yang sedikit lama, jadi inilah, do or die, kita lakukan saja atau tidak
sama sekali.
Tebakan
selanjutnya; pasti masalah relay starter
dan atau motor starter-nya, pikir saya kenapa tidak langsung beli saja
keduanya, sekali dapat bisa jadi spare
part pribadi bila nanti ada yang tidak terpakai. Saya berkeliling di
beberapa bengkel resmi Honda di sekitaran Bekasi dan Jakarta, sepertinya ada 5
bengkel resmi dan 1 bengkel Honda “Big Wing” yang juga menjual beberapa model
motor besar Honda ini semuanya tidak ada yang ready untuk 2 part ini.
Akhirnya saya putuskan untuk membeli kedua part
ini secara online, itupun hasil
dari browsing dari beberapa artikel
dan Youtube serta bertanya ke AI untuk kompatibilitas terhadap model lain.
Relay
yang asli cukup ribet dan susah untuk dicari, maka pada akhirnya saya ketemu
merk Takayama yang mana ini memang untuk CBR 150 Thailand. Sekilas saya compare dengan yang asli memang terminal
dan bentuk sama persis, semoga berfungsi dan aman ya guys, itupun dengan
catatan bila ada penggantian di relay ini.
Untuk
starting motor saya menggunakan part dari model yang lebih muda yaitu
dari CBR K15, part no. 31200-K15-901. Part
ini lebih mudah dicari untuk original dari Honda dan inilah part yang rencananya akan saya ganti
pertama kali sebelum mengganti relay
starter-nya.

Setelah
melepas selang hawa mesin, kita lepas
baut nomor 4 dan 5 pada gambar di atas, untuk baut no. 4 juga merupakan
terminal massa atau ground (-), maka saat nanti kembali
melepas jangan lupa juga memasang kabel terminal massa ke posisi semulanya.
Lalu
kita lepas baut no.6 pada gambar di atas yang juga merupakan terminal (+) ke
motor starter-nya.
Setelah
itu kita tarik motor starternya keluar dengan arah seperti ditunjukkan pada
anak panah di gambar di atas.
Kita
jejerin nih part yang lama dengan
yang baru ya kan; secara bentuk pasti mirip walaupun yang baru merupakan spare part dari CBR K15, part yang lama
sudah kusam dan banyak debu menempel serta ada tanda kontak pada geriginya, ini
lumrah karena pemakaian yang sudah lebih dari 13 tahun, sedangkan yang baru
tentu masih bersih dan tidak ada tanda kontak pada geriginya. Langsung saja
motor starter yang baru kita pasang dengan urutan kebalikan dari melepas tadi.

Nah
sudah terpasang motor starter yang baru, saatnya kita coba… dan…. Boom!
Menyala! Hahaha! Saya tertawa puas sekaligus lucu hehehe. Puas karena motor
akhirnya menyala dan lucunya sekalian modal aki baru dan jadi punya relay starter cadangan walau bukan ori
Honda. Setelah saya baca-baca dan browsing,
motor starter itu juga bisa rusak, selain pemakaian (yang tentu jangka waktunya
bisa sangat lama), aki yang tekor memang jadi salah satu faktor terbesar motor
starter cepat rusak, arang-nya akan lebih cepat kotor karena memanggil Ampere
sama namun voltase rendah, alhasil resistansi tambah, bila resistansi bertambah
maka panas yang dihasilkan akan lebih besar, panas inilah yang menyebabkan
arang lebih cepat aus ditambah perputaran tidak langsung cepat sehingga lebih
mempercepat lagi penumpukan kotoran yang akhirnya mengakibatkan koneksi arang
ke terminal inti motornya terganggu atau malah konslet karena ada sebaran
kotoran arang di dalam, belum sempat membuktikan tapi kira-kira yang saya
pelajari begitu, bila ada tambahan atau koreksi dari teman-teman boleh ditulis
di kolom komentar ya.
Selesai
sudah repair kita hari ini yang
setengah tebak-tebak berhadiah, hehehe, pelajaran yang bisa saya ambil adalah
untuk selalu menjaga performa aki tetap prima dengan melepas minus aki bila
motor tidak digunakan dalam jangka waktu lebih dari 3 hari dan tidak terlalu
terus menerus memaksa motor starter bila memang sudah punya indikasi lemah saat
starting.
Semoga
artikel ini bermanfaat ya, terima kasih juga yang sudah mampir, kita ketemu
lagi di pembahasan selanjutnya, ciao!
No comments:
Post a Comment