Search This Blog

Saturday, April 4, 2026

Project Bike: Yamaha Jupiter-MX 2010 Part-5 (Ganti Kampas Kopling dan Upgrade ke Per BRT)

Tidak berhenti di part-4; https://9-engineering.blogspot.com/2026/01/project-bike-yamaha-jupiter-mx-2010.html, kita bergerak ke sektor mesin yaitu sektor kopling.

Kopling sebagai area control penerus tenaga dari mesin ke transmisi, di motor ini memang fungsinya masih bekerja cukup baik, namun karena motor ini saya dapatkan secara seken atau tangan kedua dan mengingat umurnya juga sudah cukup uzur, saya putuskan untuk melakukan restorasi di bagian ini agar setting-an dan performa kembali optimal dan ter-personifikasi sesuai yang saya mau.


Komponen yang disiapkan pertama adalah kampas kopling, saya menggunakan kampas kopling merk NPP satu set. Kenapa saya memilih merk ini karena selain harganya yang tentu saja lebih murah, namun kualitasnya ditengarai dapat menyamai kualitas part original dari pabrikan. Adapun per kopling juga saya ganti dengan per kopling racing dari BRT, ini bertujuan agar respon penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi menjadi lebih responsive dan juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi sedikit lebih irit karena kopling menjadi lebih menggigit.


Selanjutnya adalah kita melepas kait dari kabel kopling ke stud kopling yang ditunjukkan pada kotak merah di gambar di atas. Setelah itu tidak lupa kita melepas kaitan kabel kopling nya dengan cover bak kopling untuk memudahkan pelepasan cover nantinya.


Setelah itu kita lepas footstep depan dengan melepas 4 buah baut pengikat yang ada di bagian bawah mesin yang ditunjukkan juga pada gambar di atas. Pelepasan dan pemasangan baut footstep dianjurkan dilakukan secara menyilang agar menghindari deformasi pada footstep depan.


Setelah melepas footstep depan tap oli mesin dan tampung ke wadah oli, saya tidak menganjurkan untuk menggunakan oli bekas tadi untuk dimasukkan lagi ke mesin nanti, namun saya menganjurkan untuk memakai oli baru. Kita tutup lubang tap oli dan kita lepas kick starter-nya dengan melepas baut no. 5 pada gambar di atas. Melepas baut ini saya menggunakan bantuan impact wrench.


Lalu kita lepas bak kopling dengan melepas 10 baut yang ditunjukkan pada gambar di atas, pelepasan dan pemasangan baut ini tidak harus menyilang namun tetap disarankan menggunakan pengencangan yang merata untuk meminimalisir potensi deformasi pada permukaan bak kopling nanti.


Setelah bak kopling terbuka, kita cek dulu paking-nya, untuk saya, masih bagus; tidak ada yang sobek atau terlepas, maka saya akan tetap menggunakan paking ini saat pemasangan nanti. Untuk melepas kampas kopling dan per-nya, kita lepas 4 baut pengikat per kopling yang ditunjukkan pada no. 16 sampai 19 pada gambar di atas. Ya, saya tulis menyilang untuk menandakan pelepasan dan pengencangan baut ini dilakukan secara menyilang.


Yang perlu diperhatikan saat melepas kampas adalah; di bagian palnig belakang ada sub-pressure plate, berdiameter lebih kecil, tipis dan elastis, part ini bertujuan untuk membantu pergerakan awal dari kopling dan meminimalisir gejala judder atau tersendat saat kopling dilepas secara perlahan untuk menjalankan kendaraan. Tips dari saya agar komponen ini tidak hilang adalah dengan tidak melepasnya sampai semua kampas dan pressure plate terpasang kembali.


Di sini sangat terlihat perbedaan dari kampas kopling yang lama dan yang baru. Untuk yang baru “daging” nya masih tebal dan groove atau coakan juga masih dalam, serta belum ada alur gesek karena pemakaian. Sedangkan kampas yang lama sudah terlihat sedikit gosong, alur pemakaian dan groove yang sudah mulai pendek, ini wajar ya guys, masih bisa dipakai memang, tapi tetap saya ganti karena motor second yang kita tidak tahu persis riwayat dan handling di pengguna sebelumnya.


Untuk pressure plate atau plat geseknya sendiri, tidak ada tanda kerusakan ekstrim seperti deformasi ataupun keausan yang tidak merata, maka plat gesek masih bisa kita gunakan berpasangan dengan kampas kopling yang baru.


Nah untuk per kopling saya upgrade dengan BRT yang ditunjukkan pada gambar sebelah kanan, diameter kawatnya sedikit lebih besar dibanding standard, jadi ini memungkinkan kekerasan yang lebih walau kerapatan per lebih renggang.


Selanjutnya kita pasang komponen dengan langkah berkebalikan dari kita melepasnya tadi, yang perlu diperhatikan adalah; saat melakukan pengencangan baut per kopling, usahakan kekencanganya merata dan dilakukan secara menyilang untuk menghindari deformasi pada permukaan rumah per koplingnya, juga lihat adanya marking atau tanda pada rumah per kopling dan rumah kampas koplingnya, usahakan kedua tanda ini berdekatan. Tutup kembali cover crankcase kiri dan tidak lupa mengisi oli dengan yang baru serta memasang kabel kopling lalu melakukan penyetelan tuas kopling.

Sedikit bocoran ketika memakai per kopling ini, benar saja, tarikan bawah terkoreksi, akselarasi lebih cepat karena mendapatkan grip kopling yang lebih baik dari per kopling racing ini, walaupun kekuranganya adalah ketika di bawa ke kemacetan, handle kopling akan terasa keras dan lebih cepat membuat tangan pegal. So guys semua ada konsekuensinya ya hehe, overall saya puas dengan hasilnya.

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, kita akan ketemu lagi di part-6 ya. Thank You semuanya yang sudah mampir semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan semuanya, ciao!


Regards,



No comments:

Post a Comment