Search This Blog

Saturday, January 23, 2021

Project Bike; Jupiter-Z 2004 Part-2; Sebelum Pasang CDI I-Max Kita Bongkar Dulu dan Ganti Lampu Belakang

 Dipenghujung tahun 2020 lalu saya membeli CDI BRT I-max 24 step yang akan saya pasang di Yamaha Jupiter-Z 2004 saya dengan spesifikasi mesin bore up harian. Nah sebelum melakukan pemasangan saya juga melakukan beberapa perhitungan pendekatan yang bisa dicek di link; https://9-engineering.blogspot.com/2020/12/project-bike-jupiter-z-2004-brt-i-max.html . Nah, sekarang saatnya untuk memasang CDI-nya dan melakukan pemrograman.

Yap memang agaknya memakai CDI secanggih BRT I-Max pada motor spek harian saya https://9-engineering.blogspot.com/2020/05/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004-saat.html dirasa cukup berlebihan, tapi seperti yang pernah saya cerita di part-1 lalu karena incaran saya; BRT Smart Click tidak saya temukan di beberapa toko/speed shop langganan haha.


Yuk langsung aja kita eksekusi; pertama, karena saya pakai “penjepit angsang” di dek tengah maka kita lepas dulu dengan membuka baut no.1 dan 2 (baut no.2 ada di kiri dan kanan) seperti pada gambar di atas. Lepas angsang lalu lepas baut no.3 dan cover dek tengah bisa dilepas.


Kita ke depan sebentar, sedikit di bawah plat nomor kita lepas bautnya yang semestinya di sini ada di posisi di lingkaran merah seperti pada gambar di atas. Sorry guys itu saya sudah pakai cable ties karena mur nya sudah lepas hehe.

Thursday, December 31, 2020

Project Bike; Jupiter-Z 2004 BRT I-Max Installation Part-1: Timing Map Calculation

Orang-orang banyak yang bilang ke saya; kenapa saya tetap maintenance Jupiter-2004 ini, kenapa saya tetap memaksakan motor tua ini, kenapa ga beli baru aja dan sebagainya. So guys, tuning is addicting plus maintenance, plus restorasi... it’s way more addicting. Motor ini relatif aman dari tindak kriminal, tampang sudah tua ya kan? Tapi potensi performanya masih ada, ditambah saya lumaya mengetahui tentang motor, bisa saja mungkin beli motor bebek biasa atau matic baru tetapi tetap saja “Value for money” nya masih kalah dengan merawat atau tuning motor ini sekalipun.

So semuanya berawal dari tuning mesin motor ini setahap demi setahap (https://9-engineering.blogspot.com/2020/05/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004-saat.html) yang... baru kesampaian saat saya kerja bukan pas saya pakai saat sekolah dulu (modalnya belum cukup haha). Setelah bore up dan saya lakukan perhitungan secara teoritis, saya membutuhkan CDI dengan kemampuan programmable limiter mesin dan saya akan men-set limiter di 11.000rpm.

 
Parameter pertama adalah piston speed. Piston speed merupakan kecepatan piston bergerak pada silinder satu putaran poros engkol atau dua kali stroke. Adapun produsen piston juga telah menyertakan piston speed max yang dapat diterima oleh piston, tetapi karena produk paket bore up Moto1 yang saya pakai tidak menyertakan angka tersebut maka saya menggunakan tabel referensi di atas sebagai acuanya. Saya menentukan besaran piston speed max untuk motor Jupiter-Z saya sebesar 20 m/sec. Kenapa tidak lebih tinggi karena saya memiliki beberapa asumsi, pertama; akan saya pakai harian yang mana hanya digunakan maksimum pada kecepatan rendah atau tinggi sesekali waktu saja, maka rentang yang dipakai adalah high sped di kisaran 20~25 m/sec. Lalu kedua adalah faktor lainya pada mesin saya seperti per klep masih std yang saya anggap cukup riskan jika saya paksa dengan putaran mesin hingga 13.000rpm, maka dikarenakan harian saya masih perlu ambang batas aman untuk durability mesin, maka saya anggap 20m/sec menghasilkan batasan rpm yang cukup untuk meraih kecepatan atau tenaga sekaligus aman untuk mesin.
 
Sampai di sini juga perlu saya sampaikan kenapa mengambil parameter berdasarkan asumsi dan referensi. Nah begini; idealnya... saya juga harus melakukan perhitungan yang tepat didasari dengan pengukuran data aktual melalui beberapa alat ukur yang valid yang sayangnya saya belum mempunyai itu. Seperti contoh flow bench meter, pressure gauge, beberapa stand dan jig untuk mensimulasi ketahanan komponen, dll. Nah di tengah keterbatasan ini referensi dari data yang sudah ada (untuk kasus ini saya ambil dari Wikipedia) juga dapat dilakukan untuk melakukan pendekatan se-optimal mungkin ke kondisi kita. 
 

Cara menghitung Piston speed ada di rumus di atas.
 

Maka untuk menghitung max rpm yang dapat digunakan menggunakan rumus di atas. 
 

Saturday, December 19, 2020

Ganti Batang Pengungkit Rem Belakang Yamaha Jupiter-Z 2004

Well kayanya akhir-akhir ini saya banyak berkutat di masalah rem, baik itu rem depan maupun belakang. Yaaa mau gimana lagi karena memang karena dipake kan ya haha. Tapi untuk topic kita kali ini ada cerita menarik yang selain saya pengen share ke rekan-rekan sekalian juga saya punya tujuan biar jadi kenang-kenangan nanti hehe, check this out.

So bermula dari hari pertama bekerja di tempat yang baru... pasti kebayang kan persiapanya seperti apa. Bangun lebih pagi untuk berangkat, penampilan yang tambah dijaga agar memberikan impresi yang baik kepada rekan kerja baru. Semuanya disiapkan, dipastikan agar berjalan dengan lancar. Sampai ke motor sebagai sarana transportasi saya sehari-hari harus saya siapkan dengan matang, https://9-engineering.blogspot.com/2020/10/project-bike-yamaha-jupiter-z-2004.html Look at that! Sampai perusahaan tidak memperbolehkan memakai knalpot racing pun saya rela melakukanya di jupiter z bore up saya.


Jadi di tengah perjalanan berangkat kerja, saat melakukan pengereman karena ada polisi tidur, saya injak rem belakang dan tiba-tiba bletak!!! Di-gas langsung berat banget, seketika saya melipir ke pinggir pelan-pelan karena didorong dengan kaki pun berat. Saat itu sayapun hampir tidak percaya dengan apa yang saya lihat; baut tuas reaksi hilang atau patah sehingga teromol memutar, batang pengungkit tergulung di bos rem belakang. Seperti foto di atas bos rem belakang sampai mengalami lecet. Untungnya ban tidak terkunci dan setelah saya lepas jeratan batang pengungkit yang tergulung saya melanjutkan perjalanan dengan selamat tanpa menggunakan rem belakang dan ini saya juga melakukanya saat perjalanan pulang. Ngeri-ngeri sedap sih apalagi total berangkat-pulang kerja saya menempuh 68km.


Singkat cerita saya membongkar ban dan mengecek kondisi rem belakang serta teromol roda belakang, Puji Tuhan tidak ada yang rusak pada kampas serta teromol belakangnya dan masih bisa dipakai kembali.

 
 

Saturday, November 14, 2020

Ganti Kampas Rem Depan Honda CBR 150R 2012

Again... masih seputar kampas rem... setelah Yamaha Jupiter-Z saya sekarang Honda CBR150R saya yang perlu ganti kampas rem. Pada dasarnya langkah-langkah yang dilakukan itu sama tapi ada beberapa detail yang berbeda dari satu model motor dengan yang lain, apa aja? Let’s cekidot!

So kampas rem saya memang masih bisa dipakai, tapi lagi-lagi dengan alasan keamanan dikarenakan jarak tempuh harian saya ke tempat kerja yang berlipat dua kali dari biasanya maka kampas yang sudah tipis mending saya ganti sekalian.

Sama seperti pada saat mengganti kampas rem depan Jupiter-Z pertama-tama kita harus melepas caliper dari bracketnya. Perbedaanya terletak pada baut caliper yang harus kita lepas, lepas baut caliper seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Lepas baut pengikat cover master cylinder dan buka covernya untuk memonitoring volume minyak rem. Letakkan kain di sekelilingnya, kalau bisa kain itu basah. Ini berguna untuk mencegah tumpahan minyak mengenai bagian yang memiliki cat. Minyak rem bersifat korosif sehingga bisa merusak cat.

Friday, October 16, 2020

Ganti Kampas Rem Yamaha Jupiter-Z 2004

Seputaran rem depan memang sering saya singgung, mulai dari ganti cakram, ganti caliper rem depan, tapi untuk ganti kampas depan secara khusus memang belum pernah saya bahas. Nah di kesempatan kali ini coba nih saya bahas detail untuk bagaimana mengganti kampas rem depan di motor Yamaha Jupiter-Z 2004 saya.

Alasan kenapa saya perlu mengganti kampas rem depan tentu saja karena aus, walaupun masih ada sisa kampas yang juga masih bisa digunakan untuk jangka waktu yang tidak begitu lama. Ditambah dengan saya pindah tempat kerja, yang mana seharinya saya hanya menempuh total sekitar 20km menjadi 60km per-hari, plus saya juga memperkecil resiko-resiko yang bisa ditimbulkan ketika kampas habis dan menyentuh backing plate-nya.


Kita bisa memulai dengan membuka baut caliper, tarik keluar dan tarik caliper keluar dari bracket-nya.

Tekan piston ke dalam untuk memudahkan saat pemasangan nanti dan bersihkan bagian dalam caliper.