Search This Blog

Saturday, November 14, 2020

Ganti Kampas Rem Depan Honda CBR 150R 2012

Again... masih seputar kampas rem... setelah Yamaha Jupiter-Z saya sekarang Honda CBR150R saya yang perlu ganti kampas rem. Pada dasarnya langkah-langkah yang dilakukan itu sama tapi ada beberapa detail yang berbeda dari satu model motor dengan yang lain, apa aja? Let’s cekidot!

So kampas rem saya memang masih bisa dipakai, tapi lagi-lagi dengan alasan keamanan dikarenakan jarak tempuh harian saya ke tempat kerja yang berlipat dua kali dari biasanya maka kampas yang sudah tipis mending saya ganti sekalian.

Sama seperti pada saat mengganti kampas rem depan Jupiter-Z pertama-tama kita harus melepas caliper dari bracketnya. Perbedaanya terletak pada baut caliper yang harus kita lepas, lepas baut caliper seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Lepas baut pengikat cover master cylinder dan buka covernya untuk memonitoring volume minyak rem. Letakkan kain di sekelilingnya, kalau bisa kain itu basah. Ini berguna untuk mencegah tumpahan minyak mengenai bagian yang memiliki cat. Minyak rem bersifat korosif sehingga bisa merusak cat.

Friday, October 16, 2020

Ganti Kampas Rem Yamaha Jupiter-Z 2004

Seputaran rem depan memang sering saya singgung, mulai dari ganti cakram, ganti caliper rem depan, tapi untuk ganti kampas depan secara khusus memang belum pernah saya bahas. Nah di kesempatan kali ini coba nih saya bahas detail untuk bagaimana mengganti kampas rem depan di motor Yamaha Jupiter-Z 2004 saya.

Alasan kenapa saya perlu mengganti kampas rem depan tentu saja karena aus, walaupun masih ada sisa kampas yang juga masih bisa digunakan untuk jangka waktu yang tidak begitu lama. Ditambah dengan saya pindah tempat kerja, yang mana seharinya saya hanya menempuh total sekitar 20km menjadi 60km per-hari, plus saya juga memperkecil resiko-resiko yang bisa ditimbulkan ketika kampas habis dan menyentuh backing plate-nya.


Kita bisa memulai dengan membuka baut caliper, tarik keluar dan tarik caliper keluar dari bracket-nya.

Tekan piston ke dalam untuk memudahkan saat pemasangan nanti dan bersihkan bagian dalam caliper.

 

Saturday, October 10, 2020

Project Bike: Yamaha Jupiter-Z 2004, Ganti Knalpot Ke Standar

Knalpot merupakan salah satu elemen esensial pada mesin. Apalagi kalau berhubungan dengan memilih knalpot standar atau racing. Ada yang memilih karena tampilan, ada yang memilih karena suara, ada yang memilih untuk performa, memilih karena brand dan seagainya. Tapi pengalaman saya kali ini cukup unik karena saya memilih knalpot dikarenakan keadaan.
 
Di tahun 2020, di tengah situasi pandemi seperti ini saya melakukan hal yang cukup mengkhawatirkan bagi beberapa orang di sekitar saya; pindah kerja. Ya, saya akan pindah ke tempat kerja yang baru, tetap masihd di bidang otomotif sebagi engineer. Singkat cerita tempat kerja saya yang baru nanti tidak memperbolehkan karyawanya untuk membawa kendaraan bermotor yang knalpotnya racing atau tidak standar (it’s a shame isn’t it?) tapi yah mau bagaimana lagi kan musti follow untuk mencari nafkah untuk keluarga.
 
 
 
Yup ini kondisi sebelumnya, sedikit review; mesin udah pake bore up kit 130cc dari Moto1, head std, Cam Kawahara K1, Karbu PE 24, per kopling BRT daaan knalpot racing legendaris AHRS F3 yang yaaa sudah mulai berkarat saking lamanya.

 
 
Dan harus saya ganti dengan knalpot standar nan berat ini.

Saturday, August 15, 2020

Annual Service Honda CBR 150 Fi 2012 a la Rumahan Part-2

Di part-1 (https://9-engineering.blogspot.com/2020/08/annual-service-honda-cbr-150-fi-2012-la.html) annual servis Honda CBR 150 Fi 2012 kemarin kita sudah bongkar body-nya, kita lepas throttle body dan injector serta di-cleaning. Nah di part-2 ini kita akan bahas untuk cara kuras air radiator dan menggantinya dengan air radiator yang baru. Langsung aja, check it out guys!

Sekilas tentang radiator, ini adalah system pendinginan mesin yang menggunakan media utamanya air sebagai pelepas panas mesin. Air akan dialirkan disekeliling cylinder yang dinamakan dengan Water Jacket. Meskipun bisa memasukkan air biasa ke dalam system pendinginan namun untuk pemakaian harian tidak dianjurkan karena air biasa mengandung kerak yang dapat mengakibatkan proses penyumbatan di dalam system menjadi lebih cepat.

Water Coolant atau air radiator dianjurkan untuk menjaga performa pendinginan dan system pendinginan, walaupun di beberapa kelas balap regulasi malah mengharuskan untuk menggunakan air biasa pada radiatornya untuk mencegah trek menjadi licin karena tumpahan air coolant jika ada insiden. Ya, licin karena coolant bahan dasarnya adalah air dan pelumas maka titik didih nya menjadi lebih tinggi dibanding air biasa dan biasanya air coolant ini lebih sulit untuk berkerak.


Untuk mengganti air radiator terlebih dahulu kita menguras air radiator yang lama dengan cara pertama buka lock screw yang ada pada tutup radiator dan buka tutup radiatornya, ini bertujuan agar tekanan dapat sama dengan udara luar dan air radiator yang lama bisa keluar dari lubang drainase nanti. Buka baut drainase radiator lalu tunggu air radiator hingga habis keluar.


Banyak sekali merk water coolant yang ada di pasaran, oh iya sebenarnya coolant juga dipakai pada permesinan atau manufacturing seperti pada proses bubut, milling atau drilling, senyawa-nya sama dan bisa dipakai juga di system radiator otomotif. Yang perlu diperhatikan adalah biasanya coolant pada manufactur adalah pre-mix coolant atau coolant yang masih perlu dicampur lagi dengan air lalu dikontrol ph-nya. Saya kurang hapal angka ph dari coolant tapi salah-salah bisa mengakibatkan cepat berkerak atau malah mesin cepat panas. Maka dianjurkan memakai water coolant atau air radiator untuk otomotif yang sudah banyak beredar di bengkel resmi atau pasaran dan enaknya biasanya sudah dicampur dari produsenya sehingga tinggal kita tuang tanpa mencampur lagi dengan air.

Sunday, August 2, 2020

Annual Service Honda CBR 150 Fi 2012 a la Rumahan Part-1

Semenjak Februari sampai Agustus ini Indonesia dan dunia masih diserang wabah Covid-19 yang vaksinya masih belum jelas juntrungnya. Apresiasi setinggi-tingginya untuk para tenaga medis dan jajaran pemerintah yang pontang-panting menangani bencana pandemic ini. Maka dari itu sebaiknya kita sebagai masyarakan juga perlu mengikuti protocol kesehatan yang sudah ditetapkan demi keselamatan diri dan keluarga serta semaksimal mungkin melakukan aktivitas di rumah saja; salah satunya adalah men-servis sendiri sepeda motor.

Men-servis sendiri sepeda motor tentu memiliki beberapa keuntungan tentunya selain factor moneter yang pastinya bikin irit budget. Kita jadi kenal betul seluk beluk motor yang kita pakai, motor jadi terjaga performanya. Saya memang sudah lama melakukan aktivitas ini, walaupun masih ada beberapa pekerjaan yang musti dikerjakan oleh bengkel professional. Tapi mari kita cek kenapa saya melakukan ini bersama Honda CBR 150 Fi keluaran tahun 2012.

    

Jadi kenapa saya servis CBR ini setiap satu tahun sekali ada beberapa latar belakang yang saya perhitungkan sebelumnya. Pertama mengenai pemakaian, pemakaian saya harian dengan kontur jalan yang relatif datar dan mesin standar, artinya tidak banyak “ngoyo” atau terforsir seperti di tanjakan atau pemakaian balap, terlebih spek mesin masih standar yang lebih mengedepankan factor  endurance. Selanjutnya adalah oli, pabrikan merekomendasikan mengganti setiap 4000km sekali sedangkan saya di 2000km sudah diganti maka lagi-lagi karena dikarenakan kualitas oli masih belum terlampau rusak maka mesin masih terjaga keausan dan jelaga di dalamnya belum terlampau banyak. Atas dasar itulah kenapa saya melakukan servis setahun sekali atau kira-kira 10.000km sekali.