Search This Blog

Thursday, May 28, 2020

"Coro Bodho" : Setting Karburator PE 24

Keihin PE 24… Kalo denger nama ini temen-temen biasanya banyak yang udah pada tau, karbu legendaris untuk modif atau tuning biar tuambuah kuenceng larinya. Dan karburator ini terkenal di era 2000-an awal di kancah road race, biasanya dipake di kelas 110an cc kalo ga salah karena kalo yang 125an cc pakenya udah yang venture 28.

Kali ini kembali coba saya share coro bodho saya untuk setting karburator PE 24 keluaran Keihin. Lha kenapa lagi-lagi coro bodho yang saya share, ini karena pastinya banyak dari kita (termasuk saya) memiliki keterbatasan terutama mengenai fasilitas untuk melakukan tuning ataupun pengukuran dan pengambilan data. Maka coro bodho ini sangat membantu saya untuk mengaktualisasikan hobby saya di bidang otomotif.

Sebenernya saya punya karburator jenis Keihin PE ini semenjak 2009 silam, tapi baru kesampaian untuk aplikasi ke motor di tahun 2019 dengan settting mesin sudah bore up 130cc. Ada pertanyaan kenapa kok cuman 24mm? Lha karburator ini mau saya pasang untuk motor Jupiter-Z yang speknya cuman bore up 130cc, head masih full std, dan kompresi masih 11-an banding 1, ditambah karburator standardnya hanya berukuran venture 17mm, jadi yaa kira-kira cukup laaaah.


OK, so jadi kaya begini “wujud” PE24 yang udah saya pasang ke motor, ga rapi, tapi cukup seneng karena semuanya kebetulan saya pasang dan setting sendiri daaaaan, performanya wuuuh top lah, sampe ngeri aja karena CDI Hyperband BRT kan limitnya ketinggian jadi ga berani ngetes sampe pol. Next nya lah, nanti saya pasang varian CDI yang bisa setting limiter, oh dan sabar ya soalnya gambar ini bakal sering saya pake buat explain cara saya untuk setting, stay tune…


Tuesday, May 26, 2020

Project Bike: Yamaha Jupiter-Z 2004 saat ini + "Coro Bodho" Kalo Pengen Bore Up

Nah, udah lama ga ngepost sesuatu lagi. Ada apa dengan Jupiter-Z saya? Jadi terhitung dari 2016 sampai saat ini (Mei 2020) saya sudah melakukan beberapa upgrade yang tadinyaaaa….. pengen saya bahas per-detail instalasi setting dan sedikit testimoni. Tapi gapapa kesempatan kali ini saya akan coba melakukan beberapa review secara general.

Sedikit flash back Jupiter-Z dulu di 2016 wujudnya begini nih.


Saat itu yang saya upgrade partnya; suspensi belakang pake YSS DTG, yes biar handling makin mantap, karena pake standard udah bottoming, oli bocor, per bengkok ga enak deh. Next, per kopling pake BRT (dibarengi ganti kampas baru waktu itu); tarikan jadi making nendang ya pasti ya walau sampai saat ini saya ga convert ke kopling manual karena ini masih saya alokasikan sebagai motor harian yang amit-amit tangan kiri lagi kenapa-kenapa atau lagi ada barang yang musti dipegang semisal galon air, riding ga ribet. 



Camshaft pakai Kawahara K1 yang punya durasi 2600 yang memang tujuan saya untuk memperbesar dan memperlancar debit gas bakar baru dan sisa pembakaranya (artikel cam upgrade; http://9-engineering.blogspot.co.id/2016/11/project-bike-jupiter-z-2006-cam-upgrade.html) ini aja dulu pulang kampung Jogja-Solo lewat ring road ga kalah lah kejar-kejaran sama bebek sekelas keluaran baru.





Monday, March 12, 2018

Project Bike: Yamaha Jupiter-Z 2004, TDR Big Brake Disc Upgrade

Brake is always be the most important component of the vehicle. And for me it even more important than the engine, I assume that our safety often rely on this part, the condition of the brake system can determine our fate when driving or riding our vehicle.

That of course also applied to my 2004 Yamaha Jupiter-Z. It is more than 10 years ago since this model was launched by Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

It has air cooled single cylinder 110cc engine with carburetor fuel system and cdi ignition. This bike was so great, it never falls me to ground or break down when I was in the middle of travel to somewhere. Even I did not replacing much part to the newest one or a racing parts, it still under my control, I start it up, it light up, I open the throttle anyway anytime I want, it just accord my intention. 


Start from 2015, I began to make this bike as a refreshment project. Synchronize with my budget I begin to replace the crack rear combination lamp lens, replace the battery, suspensions, re-set the carb and the earlier activity, I replace and upgrade it’s piston and camshaft. But nowadays at my new living place (it’s 500km away from parents town) the braking system seems to tired and gave a little error symptoms. The engine feels heavier, it needs more effort to accelerate, plus I saw the disc brake surface is worn out and the braking pads have different thickness. This problem may caused by many things but I assume the old master piston membrane can make the caliper’s piston hard to release the pressure and the caliper itself is in dirty condition. 

(Courtesy of Yamaha Motor Manufacturing Indonesia)

Right after I go to Yamaha Indonesia website to check the parts catalogue and note the serial number. Well this is very helpful, the manufacturer gave the customers the valid data of the parts number and even the price and even it available in the app store or google play as an application! Wow! Imagine all the manufacturer give this service to us. Ok then, I order the piston set named master cylinder assy (5LM-F583T-00) to my relative at Yamaha Timuran Motor Solo and also the disc brake, I choose TDR big floating disc to upgrade my braking performance.


Saturday, September 2, 2017

Project Bike: Yamaha Jupiter-Z 2004, DIY Valve Clearance Setting Maintenance



Hi there! Long time no see. I’m moving now, living in my new old home and thankfully I had a job as engineer at an automotive components manufacturing. Well… I bring my 2004 Yamaha Jupiter-Z as my daily commuter and I had a several project. But first, I want to share you how I maintain this bike


As a period product the maintenance is crucial, tune up oil changing or event just checking the tire pressure and screw tighten. And honestly I almost never took my bike to the service center hehe, I conduct maintenance at various period; tire pressure checking at 500km at once, oil and battery checking at 1000km, oil changing at 2000km and so on. And the most important thing is the tune up, I conduct the tune up at 10000km at once. Why it take so long time? It because considering it was a daily commuter not a motorsport racing bike or a logistic vehicle that bring the engine to the maximum load, I pretty confidence with this formula.

So now the tune up except the oil changing I’m just doing a simple to do items;
1.   Clean and re-set the carburetor
2.   Re-set the valve clearance
3.   Checking the spark plugs
4.  And check the chain loose clearance

From those items we will discuss about the setting the valve since it is actually simple and quick to do 

So first thing first is take the front body off so the engine can be easily accessed

Wednesday, November 30, 2016

Project Bike: Jupiter-Z 2006, Cam Upgrade Kawahara K1



3 bulan berlalu sejak postingan terakhir saya, hehe maaf bikin nunggu ada beberapa urusan soalnya yang tentunya masih berhubungan dengan otomotif, nanti deh saya bikinin reportnya hehe. Nah dari artikel Piston Prep Jupiter-Z http://9-engineering.blogspot.co.id/2016/08/piston-preps-for-project-bike-jupiter-z.html ini kelanjutanya, kita bongkar ruang bakar Yamaha Jupiter-Z tahun 2006 (T110SE), kita cek, lakukan maintenance dan penggantian beberapa part sampai upgrade cam racing, so shall we start…

Ini motor umurnya udah 10 tahun dan belom pernah saya dapat masalah serius karenanya. Tapi yah… yang namanya usia memang ga bisa nipu, sangat wajar jika ada beberapa parts yang perlu diremajakan kembali. Mesin… memang masih kuat untuk berlari mengejar motor-motor lain keluaran terbaru sekalipun tapi penasaran rasanya jika tidak membuka dan mencari tahu apa yang terjadi di dalamnya


Langkah pertama tentunya bodi depan dicopoti dan ditap/dikeluarkan oli mesinya dan di copot karburatornya.



Ga perlu dicopot semuanya bro, cukup baut intake manifolnya aja biar head cylindernya nanti bisa dilepas dengan bebas. Bukanya pake kunci L tentunya.

Selanjutnya adalah membuka cover valve atau cover klep intake dan exhaust, catatan pas buka part ini adalah hati-hati saat memutar menggunakan kunci karena cover vave ini terbuat dari aluminium maka relative lunak. Salah-salah atau terlalu kasar bisa bikin ujung dari segi enamnya bisa dol dan makin susah bongkarnya. Pelepasan cover ini selain diperlukan untuk setting klep nantinya juga membantu positioning cam saat dilakukan penggantian nanti.

Setelah cover terlepas selanjutnya copot busi (biar kompresi ga padet pas putar-puter kruk asnya, juga lepas footstep dan pedal persnelingnya. Step berikut; kita akan melepas chamshaft chain.



Buka timing indicator cover dengan menggunakan obeng minus. Ini perlu dilakukan agar posisi timing pada saat melakukan pembongkaran dan pemasangan nanti mudah dipantau.